Gendam Selendang Mayang






Gendam, bukanlah hipnotis atau hipnosis; dimana dibutuhkan kerjasama antara subjek dan terapisnya, harus ada kemauan dari subject agar hipnotis bisa bekerja. Gendam adalah penguasaan pikiran melalui laku tirakat atau menggunakan khodam atau prewangan dari makhluk gaib. Berbeda dengan hipnotis yang menguasai sub concious atau pikiran bawah sadar, gendam bekerja dengan kondisi sadar, pikiran sadar subject tetap ada, tapi telah terkendalikan sesuai dengan program yang kita masukkan.  Jadi dalam situasi nyata, subject sadar telah terkena pengaruh gendam, tapi tidak berdaya mengendalikan dirinya, karena dirinya telah dikuasai oleh pengaruh gendam tersebut. Pelatihan Gendam Sukma ini merupakan pelatihan Gendam menggunakan khodam/prewangan berbantukan makhluk gaib, tetapi tentunya telah dikunci untuk niat-niat yang baik dan akan diberikan handicap (solusi atas masalah) untuk penguasaan gendam ini dengan cara yang halus, tidak memaksa, tetap dengan mendapatkan hasil maksimal dari manfaat gendam sesuai dengan yang kita inginkan.

PENDAHULUAN
Gendam Selendang Mayang Merupakan ilmu kejawen, berdasar kebathinan dan menggunakan khodam prewangan. Dimana diperlukan laku (ritual) pendahuluan untuk membuka diri dan dapat memanfaatkan khodam yang nantinya akan diperkenalkan waktu pertemuan. Pada awalnya tujuan utama dari Gendam Selendang Mayang ini adalah untuk pengobatan, dimana diberikan sugesti yang kuat buat subject agar dapat sembuh untuk penyakit-penyakit yang sifatnya psikosomatis. Sesuai dengan perkembangannya maka gendam dapat dipergunakan untuk memuluskan karir, untuk marketer agar bisa cepat dapat closing, tentunya dengan cara yang baik dan tidak melakukan pemaksaan, atau juga bisa untuk mengendalikan pasangan atau orang yang sedang marah, dan hal-hal lain sesuai dengan kretifitas dan imaginasi kita.

LAKU/ RITUAL PERSIAPAN
Sebelum hari H pelaksanaan pelatihan, maka setiap peserta diwajibkan untuk melakukan laku persiapan sebagai berikut:
1. Puasa Ngerowot selama 3 hari dari H-3, yaitu puasa seperti sunnah dimulai subuh dan diakhiri maghrib, hanya untuk sahur dan berbuka dari SATU buah umbi-umbian. Bisa dalam variasi, 1/3 untuk sahur, 1/3 untuk buka dan 1/3 untuk makan malam. Yang disarankan adalah seperti ubi cilembu, singkong, kentang dan yang sejenisnya.

2. Membaca mantra berikut setiap sahur: “Bismillahirrohmanirrohim. kaliyan asma tuhan ingkang rohman ugi rahim. Kulo nduwe pangangkah nyiyani konjuk ndumugekaken elmi gendam Aji Bawaran Suksmo. Ingkang atos dados lembek, ingkang duka dados asrep. Ingkang tebih dados celak. Ingkang lemah dados kiyat. Ingkang mboten nguwaos dados nguwaos. Ingkang waunipun nguwaos badhe dados mboten nguwaos. Sedoyo tunduk ing panyepeng aji bawaran suksmo. Kun fa ya kun.”  Kemudian membasuh badan dari muka, tangan, dada, sampai ujung kaki. (Usapkan saja dengan telapak tangan, umpama sapu wajah, tangan kanan kiri dalam posisi x disilangkan, badan, kemudian paha sampai kaki)

3. Kurangi bicara yang tidak perlu.

BACAAN MANTRA

Berikut adalah bacaan mantra yang harus dihapalkan, dan nanti harus dibaca dengan benar tidak boleh salah dan tegas sewaktu talkin, diperkenalkan dengan khodam prewangan: “Hey Mbah Kunto Roso Pamuko pangikut Eyang Sunan Jogo, dari gunung kelud. Atas ijin Allah hadirlah.. (Dalam satu nafas) Rat buwono mansuko rin sariranin ulun. Manjing mansuko tan kawasa rumansuko. Apadan anarawan anawan-awan. Sopo sing nguwoso, mulo kabeh arep tunduk. Ra sing iso  metu soko kekarepan aku. Tunduk manut ra iso metu soko gendam suksmaku. Putih dadi putih. Abang dadi abang. Kuning dadi kuning. Ireng dadi ireng. Kabeh nyakarepku. (Dalam satu nafas) Hes Sumerep. Aji Bawaran Suksmo matek bawono.”

Tatacara Pelaksanaan Pengetesan
1. Setiap peserta wajib menyelesaikan laku pendahuluan
2. Setiap peserta wajib menghapalkan bacaan mantra tanpa salah dan tegas
3. membaca mantra. dan ulangi 3x 6.
4.Kemudian nanti punggung tangan kiri akan digores dengan cutter yg sudah disterilkan, masing2  peserta.
5. Kemudian oleh peserta, bekas goresan diusap dengan tangan kanan.
6. Dilanjutkan dengan latihan dengan sesama peserta.

TATACARA GENDAM
1. Pastikan subyek tidak memakai cincin emas di jari manis kanan. Karena ini adalah pengapesan yang akan membuat ilmu tidak berfungsi.
2. Pandang wajah yang akan menjadi subjekdengan lembut, tidak dengan pandangan tajam atau seperti marah. Seperti melihat biasa saja.
3. Bacakan mantra dalam hati tapi lidah bergetar. Ketika sampai bacaan hes sumerep.. Masukkan jempol tangan kanan dalam genggaman seperti tangan hendak menonjok, tapi jempol dimasukkan tidak diluar. Tekan dengan keras sampai bacaan …matek bawono.
4. Kemudian panggil khodamnya sekali lagi,  “Hey Mbah Kunto Roso Pamuko pangikut Eyang Sunan Jogo, dari gunung kelud. Atas ijin Allah hadirlah..”
5. Dilanjutkan dengan program, umpama. “Saya mau pria yang berbaju putih yang sedang saya perhatikan ini, timbul ketertarikannya atas apa yang saya tawarkan, hingga timbul keinginan yang kuat dari dirinya bila memang membutuhkan untuk membeli produk saya.”
6. Pengaruh gendam akan berlangsung selama 3-5 menit. Bisa diulang lagi cukup pada bagian pemanggilan khodam dan programmnya, tanpa perlu lagi baca mantra.

Share:

0 komentar